Paceklik Gol Jadi Motivasi Utama Cristiano Ronaldo

DetikSport – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane telah melayangkan pembelaan terhadap Cristiano Ronaldo yang performanya tengah menurun saat ini. Pemenang Ballon d’Or di tahun 2017 ini telah mencetak delapan gol La Liga pada musim ini, jumlah gol yang tentunya sangat rendah bagi seorang Ronaldo ditambah lagi kemungkinan Madrid telah gagal dalam usaha mempertahankan gelar liga mereka musim ini.

Madrid saat ini berada di urutan keempat dalam klasemen setelah 21 pertandingan, 19 poin di bawah rival besar mereka FC Barcelona yang sedang melakukan perjalanan mulus menuju gelar La Liga musim 2017/18. Meskipun tidak dapat memberikan banyak hal di liga, Ronaldo telah mencetak 20 gol di semua kompetisi dan Zidane yakin bahwa pemain asal portugal ini akan bertekad untuk memperbaiki diri.

“Mungkin karena itu (tidak mampu mencetak banyak gol), dia lebih termotivasi daripada sebelumnya dan ingin menunjukkan apa yang bisa dia lakukan,” katanya. “Dia selalu membuktikan dirinya dan tampil dalam pertandingan besar.” Pelatih asal Prancis itu juga membela keputusannya untuk mengganti Ronaldo setelah Madrid bermain imbang 2-2 melawan Levante yang berhasil diselamatkan oleh gol telat pemain baru mereka Giampaolo Pazzini.

“Tidak. Itu memang sudah menjadi rencana untuk menggantinya (Ronaldo), dan itu saja, “katanya. “Kami berhasil mengendalikan permainan dengan baik, namun yang paling sulit adalah mencetak gol. Kami berhasil memimpin 2-1, namun pada akhirnya, dua kesalahan merugikan membuat kami kebobolan dua gol.

“Tahun ini menjadi sulit bagi kami. Kami tidak bisa mengumpulkan tiga atau empat hasil yang baik. Saya tidak senang dengan hasilnya. Kami mengendalikan permainan, di atas semua babak pertama, hal ini sungguh tidak menyenangkan, tentu saja. “

Sembilan gol di 17 laga La Liga sejauh ini musim ini membuat Ronaldo saat ini sedang dalam jalur untuk mencetak gol tersburuknya sejak bergabung dengan Madrid di tahun 2009. Rata-rata mencetak gol 0,48 gol per 90 menit musim ini, tahun dimana Ronaldo menjadi yang paling produktif terjadi pada musim 2014/15 saat ia mencetak 48 gol pada tingkat 1,40 per 90.

Disebutkan bahwa performa buruk mencetak golnya terjadi karena kurangnya percobaan penyerangan, dengan rata-rata 6,81 persen tembakan per game meski nilai rata-rata tembakan yang mengenai targetnya 48 persen, itu merupakan akurasi terendah di sepanjang karirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *